KARAKTERISTIK IBU YANG MENGALAMI KEJADIAN INTRA UTERINE FETAL DEATH (IUFD) DI RUMAH SAKIT BERSALIN PERMATA HATI KOTA METRO
DOI:
https://doi.org/10.55919/jk.v8i4.67Kata Kunci:
Karakteristik Ibu, IUFDAbstrak
Sebanyak 7000 bayi baru lahir di dunia meninggal setiap harinya ,Indonesia
185/hari,dengan SDKI 2017 AKN 15/1000 kelahiran hidup.hal ini jauh menurun dibandingkan
hasil Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, Angka Kematian Neonatus
(AKN) pada tahun 2012 sebesar 19 per 1.000 Kelahiran Hidup. Penyebab utama kematian tahun
2016 adalah premature,komplikasi terkait persalinan (asfiksia), infeksi dan cacat lahir. Intra
Uterin Foetal Death (IUFD) adalah janin yang mati dalam rahim juga termasuk ke dalam masalah
AKB yang merupakan indikator penting untuk menilai kesejahteraan suatu Negara.
Metode penelitian ini menggunakan deskriptif, populasi adalah seluruh ibu yang mengalami
IUFD di RSB Permata Hati Kota Metro yang berjumlah 73 ibu, pengambilan sampel dengan
teknik total sampling. Alat ukur yang digunakan berupa lembar checklist dan di analisa secara
univariat dengan distribusi frekuensi.
Hasil penelitian distribusi frekuensi karakteristik ibu yang mengalami IUFD di Rumah
Sakit Bersalin Permata Hati Kota Metro terbanyak dengan usia ibu 20-35 tahun sebesar 51
(69,86%), paritas multipara 43 (58,90%), pekerjaan (IRT) 65 (89,04%), dan bedasarkan usia
kehamilan preterm 53 (72,60%).
Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah karakteristik ibu yang mengalami
IUFD di Rumah Sakit Bersalin Permata Hati Kota Metro sebagian besar adalah usia ibu 20-35
tahun, paritas multipara, pekerjaan Ibu Rumah Tangga (IRT), dan dengan usia kehamilan preterm,
sehingga dapat disarankan kepada ibu hamil untuk melalukan pemeriksaan ANC secara rutin
selama masa kehamilan minimal 4 kali kunjungan. Untuk memantau kemajuan kehamilan dan
memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin, mendeteksi dini adanya komplikasi yang
mungkin terja selama kehamilan termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan dan
pembedahan.
