HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI PUSKESMAS YOSOMULYO KECAMATAN METRO PUSAT KOTA METRO
DOI:
https://doi.org/10.55919/jk.v7i4.57Kata Kunci:
ASI Eksklusif, PneumoniaAbstrak
Penyakit ISPA khususnya Pneumonia masih merupakan penyakit utama penyebab
kesakitan dan kematian bayi dan balita. Di Dunia setiap tahun diperkirakan lebih dari 2 juta
balita meninggal karena Pneumonia (1 balita/20 detik) dari 9 juta total kematian Balita, 1
diantaranya disebabkan oleh Pneumonia, tidak banyak perhatian terhadap penyakit ini,
sehingga Pneumonia disebut juga pembunuh Balita yang terlupakan atau The Forgotten Killer
of Children (Unicef/WHO 2006, Pedoman Pengendalian Infeksi Saluran Pernafasan
Akut).Berdasarkan data prasurvey puskesmas yosomulyo \, tahun 2013 sebanyak 20 balita,
meningkat pada tahun 2014 sebanyak 26 balita dan meningkat kembali pada tahun 2015
sebanyak 38 balita (profil Puskesmas Yosomulyo 2015).
Metode penelitian analitik cross sectional. Populasi balita yang berkunjung di
puskesmas Yosomulyo pada bulan Februari- April yang berjumlah 318 balita, pengambilan
sampel dengan tekhnik accidental sampling. Cara ukur yang digunakan dengan menyebar
angket dan observasi dengan alat ukur berupa lembar kuisioner yang dianalisa secara
univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariat dengan uji chi square.
Hasil penelitian hubungan pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian Pneumonia pada
balita di Puskesmas Yosomulyo .Uji Chi Square dengan tingkat kepercayaan 95% < 0.05
diperoleh nilai p value = 0,000 (< 0.05) berarti terdapat hubungan pemberian ASI Eksklusif
dengan kejadian Pneumonia .
Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah Terdapat hubungan pemberian
ASI Eksklusif dengan kejadian Pneumonia di Puskesmas Yosomulyo Metro Pusat Kota Metro
sehingga diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk memperbaiki gizi balita dan
pemenuhan nutrisi pada balita dengan lebih mengutamakan pemberian ASI secara eksklusif
untuk memberikan perlindungan terhadap infeksi dan alergi serta merangsang perkembangan
sistem kekebalan bayi sendiri.
